Langkau ke kandungan utama

DARI AHOKER MENJADI JANCOKER..!


Pasca 16 Oktober, Ahokers melakukan metamorfosis diri. Jadi "Jancokers". Baju kotak-kotak dilepas. Nyamar. Masuk grup.
Pura-pura jadi teman.

Mereka tetap brutal. Otaknya ditaro di laci. Dongo, keji, licik dan asal bunyi. Motifnya: Deskreditkan Anies-Sandi.

The war is never end. Perang cyber itu hanya bermutasi. Jancokers bergerilya. Ganas. Rajin. Lincah. Bersyukurlah. Ladang Jihad diperpanjang lima tahun. Rapatkan shaf. Mengawal dan menjaga program-program Anies-Sandi. Transormasi pola perang media harus dilakukan.

Anies-Sandi ngga punya Cyber Army. Maka, mereka yang "enlightened and active" mesti ambil peran netralisir hoax yang ditebar Jancokers.

Sekecil apa pun fitnah dan hoax, seremeh apa pun kicauan mereka, tidak ada pilihan lain kecuali: Lawan..! Jangan pernah bilang "biarkan, abisin energi ladenin mereka". This is our Jihad.

Jika dulu, cyber army bergerak menangkan Anies-Sandi. Sekarang, To silence opposition is a must. Without compromise, gebuk para Jancookers. Eliminasi hoax mereka. Lawan apa yang disebut Noam Chomsky sebagai "propaganda dan systemic biases".

Pilih posisi. Attackers or defensif. Mereka yang pilih sebar informasi positif, lakukan sebanyak-banyaknya.

This is Permanent Revolution. Jancokers tetap ngomong sembarangan. Mereka bilang pidato Anies mendiskriminasi dan Anies-Sandi bikin tekor APBD 2018.

"Courages" adalah ciri seorang Mujahid. Berpihak pada kebenaran. Membela yang lemah. Membebaskan yang dizolimi. Jadilah Anies-Sandi Cyber Army.

THE END
Jakarta, 19 Nov 2017 Jam 00.01
@Zeng Wei Jian

Catatan:
Judul Asli tulisan ini adalah
"REVOLUSI PERMANEN" diganti menjadi seperti judul di atas.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

##DALANG 1998 ADA DIBALIK REZIM JOKOWI##

******* Date: Juni 10, 2018Author: Merdeka Utara Sejak Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta Oktober 2012 atmosfir politik bangsa Indonesia mendadak berubah menyesakkan dada. Walau bukan Gubernur Jokowi yang selalu melontarkan pernyatan provokatif dan insuinatif menyerang umat Islam, namun posisi Ahok selaku wakil Jokowi, menyebabkan pandangan mata umat Islam juga terarah kepada Jokowi. Hingga tiga bulan pertama, Jokowi belum menunjukkan gelagat kehadiraannya di panggung politik nasional tidak semata menjadi pemimpin rakyat melainkan juga mengemban misi kelompok tertentu yang menginginkan politik dan moral umat Islam Indonesia dilemahkan sedemikian rupa sehingga mudah dikuasai, dikendalikan dan dimarginalkan. Sikap Anti Islam dan Korupsi Yang Dilindungi Rakyat mulai tersadarkan siapa Jokowi sebenarnya. Pengakuannya sebagai muslim bertolak belakang dengan fakta yang mudah dilihat publik dengan mata telanjang. Misalnya, Jokowi tidak mampu menjawab pertanyaan dasar mengenai makna berp...

JANGKA SABDA PALON; "RAMALAN KEHANCURAN ISLAM DI JAWA.. "

## PENDAHULUAN Salah satu buku berbahasa Jawa yang sering dengan tujuan memunculkan ruang berjarak antara Islam dan Jawa adalah kitab “Jangka Sabda Palon”. Umumnya, upaya-upaya yang mengarahkan untuk memicu gap ini lebih banyak disebabkan penafsiran yang kurang memperhatikan pemahaman komprehensif terhadap keseluruhan teks. Kitab jangka tersusun dari rangkaian tembang macapat ini sering disebut secara lengkap sebagai Serat Jangka Jayabaya Sabdo Palon , selanjutnya diingkat sebagai Jangka Sabda Palon. Penamaan ini mungkin disebabkan konten buku ini selain memuat kisah tentang tokoh Sabda Palon, juga berisi tentang mitologi “Prabu Jayabaya”. Serat Jangka Sabdo Palon diyakini merupakan karya R. Ng. Ranggawarsita. Moh. Hari Soewarno, seorang wartawan dan budayawan Jawa, dalam bukunya “Ramalan Jayabaya Versi Sabda Palon”, menjelaskan bahwa dalam jangka tersebut terdapat sandi asma yang menunjukkan bahwa Jangka Sabda Palon merupakan karya R. Ng. Rangga...