Langkau ke kandungan utama

Catatan

Tunjukkan catatan dari Oktober, 2017

Catatan Kwiek Kian Gie..! "Sri Mulyani Berkeley Mafia..! IMF Bank Dunia..!

## Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI di era pemerintahan SBY menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century). Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebagai berikut. Beberapa ungkapan dan pernyataan dalam berbagai pidato perpisahannya mengandung teka-teki dan mengundang banyak pertanyaan, yaitu : “Jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya.” “Saya tidak bisa didikte”. “Saya menang”. “Saya tidak minggat, saya akan kembali”. Dalam pidato serah terimanya kepada Menkeu yang baru SMI menangis tidak wajar, berkali-kali dan sangat-sangat sedih. Lucu, menyatakan menang kok menangis sampai seperti...

PEMAIN DRAMA DAN SEGALA KELICIKANYA..

SEHAT. Siapa yang tak menginginkannya? Sakit, siapa yang mau.? Sebenarnya, tidak perlu ini ditanyakan pada siapa pun. Tapi, jika itu ditanyakan pada pemain drama, mungkin saja ia berani menempuh sakit di rumah sakit demi bisa menghirup udara segar di luar penjara. Hanya saja, tetap tidak baik kita menuduh seseorang pura-pura sakit. Lebih baik jika kita doakan ia baik-baik saja. Jika benar sakit, semoga ia lekas sembuh. Sesudah sembuh, lantas berangsur-angsur sehat. Lalu, pulih lagi dan bisa hidup normal seperti sediakala. Eit, nanti dulu. Jika yang dimaksud hidup normal seperti sediakala adalah korupsi lagi–karena itu kehidupannya sehari-hari–itu berarti ia belum sehat. Masih sakit. Memang, tanpa selang-selang di badan dan alat bantuan pernafasan, tapi ia sakit secara ruhani. Apalagi, jika saat menempuh sakit di rumah sakit itu tetap bisa mengendalikan panggung politik, ia tak hanya sakit. Ia bahkan bisa membuat pihak lain sakit. Mulai dari para politisi, praktisi medis, ...