Langkau ke kandungan utama

Catatan

##DALANG 1998 ADA DIBALIK REZIM JOKOWI##

******* Date: Juni 10, 2018Author: Merdeka Utara Sejak Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta Oktober 2012 atmosfir politik bangsa Indonesia mendadak berubah menyesakkan dada. Walau bukan Gubernur Jokowi yang selalu melontarkan pernyatan provokatif dan insuinatif menyerang umat Islam, namun posisi Ahok selaku wakil Jokowi, menyebabkan pandangan mata umat Islam juga terarah kepada Jokowi. Hingga tiga bulan pertama, Jokowi belum menunjukkan gelagat kehadiraannya di panggung politik nasional tidak semata menjadi pemimpin rakyat melainkan juga mengemban misi kelompok tertentu yang menginginkan politik dan moral umat Islam Indonesia dilemahkan sedemikian rupa sehingga mudah dikuasai, dikendalikan dan dimarginalkan. Sikap Anti Islam dan Korupsi Yang Dilindungi Rakyat mulai tersadarkan siapa Jokowi sebenarnya. Pengakuannya sebagai muslim bertolak belakang dengan fakta yang mudah dilihat publik dengan mata telanjang. Misalnya, Jokowi tidak mampu menjawab pertanyaan dasar mengenai makna berp...
Catatan terbaharu

DARI AHOKER MENJADI JANCOKER..!

Pasca 16 Oktober, Ahokers melakukan metamorfosis diri. Jadi "Jancokers". Baju kotak-kotak dilepas. Nyamar. Masuk grup. Pura-pura jadi teman. Mereka tetap brutal. Otaknya ditaro di laci. Dongo, keji, licik dan asal bunyi. Motifnya: Deskreditkan Anies-Sandi. The war is never end. Perang cyber itu hanya bermutasi. Jancokers bergerilya. Ganas. Rajin. Lincah. Bersyukurlah. Ladang Jihad diperpanjang lima tahun. Rapatkan shaf. Mengawal dan menjaga program-program Anies-Sandi. Transormasi pola perang media harus dilakukan. Anies-Sandi ngga punya Cyber Army. Maka, mereka yang "enlightened and active" mesti ambil peran netralisir hoax yang ditebar Jancokers. Sekecil apa pun fitnah dan hoax, seremeh apa pun kicauan mereka, tidak ada pilihan lain kecuali: Lawan..! Jangan pernah bilang "biarkan, abisin energi ladenin mereka" . This is our Jihad. Jika dulu, cyber army bergerak menangkan Anies-Sandi. Sekarang, To silence opposition is a must. Without compromise...

KPK dan DJOKOWI masuk jebakan FAHRI HAMZAH..!

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, punya jurus politik cerdik yang berhasil menjebak Istana dan KPK untuk mempercepat aktor utama korupsi e-KTP Setya Novanto ke penjara. Kader PKS tersebut bertubi-tubi memantik kegusaran publik agar kasus e-KTP tetap mendidih sehingga Istana terpaksa merestui KPK menerkam Setnov yang merupakan sohib dekat presiden Jokowi. “Lucunya, loyalis kotak-kotak tanpa sadar ditunggangi untuk mendorong KPK tancap gas. Hasilnya game over, skandal Setnov kini mengorbit di sentrum kekuasaan Jokowi," tutur Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (20/11/2017). “Jangan lupa, Fahri Hamzah adalah loyalis Prabowo Subianto yang sejak Pilpres 2014 giat mengkritisi segala ihwal kelicikan Jokowi, namun bersikap lebih lunak pada Jusuf Kalla (JK) ,” sambungnya. Dia mantan tokoh aktivis masjid yang cemerlang dan sudah teruji bertarung dalam situasi politik krusial apapun. Berwatak revolusioner, sangat bernyali dan berb...

Catatan Kwiek Kian Gie..! "Sri Mulyani Berkeley Mafia..! IMF Bank Dunia..!

## Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI di era pemerintahan SBY menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century). Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebagai berikut. Beberapa ungkapan dan pernyataan dalam berbagai pidato perpisahannya mengandung teka-teki dan mengundang banyak pertanyaan, yaitu : “Jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya.” “Saya tidak bisa didikte”. “Saya menang”. “Saya tidak minggat, saya akan kembali”. Dalam pidato serah terimanya kepada Menkeu yang baru SMI menangis tidak wajar, berkali-kali dan sangat-sangat sedih. Lucu, menyatakan menang kok menangis sampai seperti...

PEMAIN DRAMA DAN SEGALA KELICIKANYA..

SEHAT. Siapa yang tak menginginkannya? Sakit, siapa yang mau.? Sebenarnya, tidak perlu ini ditanyakan pada siapa pun. Tapi, jika itu ditanyakan pada pemain drama, mungkin saja ia berani menempuh sakit di rumah sakit demi bisa menghirup udara segar di luar penjara. Hanya saja, tetap tidak baik kita menuduh seseorang pura-pura sakit. Lebih baik jika kita doakan ia baik-baik saja. Jika benar sakit, semoga ia lekas sembuh. Sesudah sembuh, lantas berangsur-angsur sehat. Lalu, pulih lagi dan bisa hidup normal seperti sediakala. Eit, nanti dulu. Jika yang dimaksud hidup normal seperti sediakala adalah korupsi lagi–karena itu kehidupannya sehari-hari–itu berarti ia belum sehat. Masih sakit. Memang, tanpa selang-selang di badan dan alat bantuan pernafasan, tapi ia sakit secara ruhani. Apalagi, jika saat menempuh sakit di rumah sakit itu tetap bisa mengendalikan panggung politik, ia tak hanya sakit. Ia bahkan bisa membuat pihak lain sakit. Mulai dari para politisi, praktisi medis, ...

Ketika Bangsa telah Hilang Marwah kebersamaan

** ** Apa yang kita tulis da n postin g d imedsos ternyata ada hisabnya.. !! Kalau itu demi kebaikan dan agamamu maka smua itu akan jadi pahala.. kalau tidak..? Kebijakan membungkam dengan kebencian pasti akan mendapatkan perlawanan yang semakin militan hingga akhirnya akan saling berhadapan..😑 Semakin ditekan dengan perlakuan ala tiran maka semakin kencang perlawanan untuk menjatuhkan..! Belajarlah dari sejarah jatuhnya para tiran yang dijatuhkan untuk dihinakan karena menganggap semua adalah lawan yang harus dibungkam..!!   Mengapa kau takut akan ketidaksempurnaan..? Rakyat kau anggap bancakan untuk dijinakan. Kekuasaan hantarkan kau pada kehinaan. Penjual kebohongan dijadikan panglima perjuangan. Sementara Penyuara kebenaran dijadikan bahan fitnahan.. maka permusuhan menjadi jualan..! Permusuhan jadi program jualan untuk menutupi celah kobobrokan.. Sementara Waktu terus beri jawaban, cela dan kelemahan terus bermunculan..! " Bangsa telah hilang ma...

KEMERDEKAAN DAN IRONI HUTANG LUAR NEGERI..!

Oleh: Sri Bintang Pamungkas Kamis,17/08/2017 - 18:13:57 WIB Di jaman Pak Harto aku selalu mendapat buku Nota Keuangan setiap tahun dan terbitan lain dari Bank Indonesia. Kalau tidak dikirimi, aku datangi dan minta, diberi gratis. Bukunya cukup lengkap meliputi banyak sektor ekonomi dan industri. Dan tebal juga, lebih dari 400 halaman, dengan gambar-gambar grafik berwarna dan tabel-tabel. Dari situ saya dapat mengikuti perkembangan Repelita, sekalipun selalu terlambat satu tahun. Dan sekalipun harus ditambah pula dengan data Biro Pusat Statistik. Itu waktu Bank Indonesia masih di bawah Departenen Keuangan. Jadi kemungkinan Depkeu juga yang menerbitkan, sebab selalu ada Lampiran RUU APBN. Dari terbitan-terbitan itu masyarakat bisa mengikuti pula besarnya Utang-utang Negara, yang dibuat Pemerintah dan Swasta. Setelah Soeharto mundur, saya tidak pernah melihat lagi Nota Keuangan. Apalagi BI sudah menjadi Otoritas Moneter yang independen. Tetapi data Utang Negara saya dapat dari sumber...