Pasca 16 Oktober, Ahokers melakukan metamorfosis diri. Jadi "Jancokers". Baju kotak-kotak dilepas. Nyamar. Masuk grup. Pura-pura jadi teman. Mereka tetap brutal. Otaknya ditaro di laci. Dongo, keji, licik dan asal bunyi. Motifnya: Deskreditkan Anies-Sandi. The war is never end. Perang cyber itu hanya bermutasi. Jancokers bergerilya. Ganas. Rajin. Lincah. Bersyukurlah. Ladang Jihad diperpanjang lima tahun. Rapatkan shaf. Mengawal dan menjaga program-program Anies-Sandi. Transormasi pola perang media harus dilakukan. Anies-Sandi ngga punya Cyber Army. Maka, mereka yang "enlightened and active" mesti ambil peran netralisir hoax yang ditebar Jancokers. Sekecil apa pun fitnah dan hoax, seremeh apa pun kicauan mereka, tidak ada pilihan lain kecuali: Lawan..! Jangan pernah bilang "biarkan, abisin energi ladenin mereka" . This is our Jihad. Jika dulu, cyber army bergerak menangkan Anies-Sandi. Sekarang, To silence opposition is a must. Without compromise...
PayTren adalah produk teknologi yang dikembangkan oleh TRENI (Perusahaan yang dimiliki Ustadz Yusuf Mansyur) yang membantu kebutuhan transaksi dan bisnis masyarakat cukup dengan menggunakan Gadget supaya bisa bertransaksi dan berbisnis dengan. Paytren bisa mengubah Pengeluaran menjadi Pendapatan.