Oleh: Sri Bintang Pamungkas Kamis,17/08/2017 - 18:13:57 WIB Di jaman Pak Harto aku selalu mendapat buku Nota Keuangan setiap tahun dan terbitan lain dari Bank Indonesia. Kalau tidak dikirimi, aku datangi dan minta, diberi gratis. Bukunya cukup lengkap meliputi banyak sektor ekonomi dan industri. Dan tebal juga, lebih dari 400 halaman, dengan gambar-gambar grafik berwarna dan tabel-tabel. Dari situ saya dapat mengikuti perkembangan Repelita, sekalipun selalu terlambat satu tahun. Dan sekalipun harus ditambah pula dengan data Biro Pusat Statistik. Itu waktu Bank Indonesia masih di bawah Departenen Keuangan. Jadi kemungkinan Depkeu juga yang menerbitkan, sebab selalu ada Lampiran RUU APBN. Dari terbitan-terbitan itu masyarakat bisa mengikuti pula besarnya Utang-utang Negara, yang dibuat Pemerintah dan Swasta. Setelah Soeharto mundur, saya tidak pernah melihat lagi Nota Keuangan. Apalagi BI sudah menjadi Otoritas Moneter yang independen. Tetapi data Utang Negara saya dapat dari sumber...
PayTren adalah produk teknologi yang dikembangkan oleh TRENI (Perusahaan yang dimiliki Ustadz Yusuf Mansyur) yang membantu kebutuhan transaksi dan bisnis masyarakat cukup dengan menggunakan Gadget supaya bisa bertransaksi dan berbisnis dengan. Paytren bisa mengubah Pengeluaran menjadi Pendapatan.